Jumat, 24 Juni 2011

-gelisah-

ada yang berubah padamu
dingin sikapmu kepadaku
sungguh aku tak bisa mengerti
apa yang sedang terjadi

hingga kini kau tetap saja
tak mengatakan sebenarnya
aku tak tahu kesalahan apa
yang membuatmu benci


gelisah aku di sini
memikirkan dirimu menjauhiku
ku tak tahu mengapa kau berubah
kepada diriku

ku mohon jangan lakukan
ku tak sanggup bila kau jauh dariku
maafkanlah bila aku bersalah
maafkan diriku



Kamis, 12 Agustus 2010

inspirasi baru

Buat kawan-kawanku yang masih
hidup sampai sekarang, tadi saya
sempat menonton ulang acara
Oprah Winfrey Show 2007 di
YouTube.com dan kebetulan saya
mendapat inspirasi baru yang akan
saya bagikan kepada kalian semua.
Sebenarnya ada beberapa cerita
yang dikemukakan oleh beberapa
orang yang pernah mengalaminya,
tapi saya mengambil cerita yang
paling unik dari beberapa cerita. So,
dibaca nah! :)
Ada seorang ibu rumah tangga yang
memiliki 4 anak laki-laki. Urusan
belanja, cucian, makan, kebersihan &
kerapihan rumah dapat ditanganinya
dengan baik. Rumah tampak selalu
rapih, bersih dan teratur dan suami
serta anak-anaknya sangat
menghargai pengabdiannya itu.
Cuma ada satu masalah, ibu yg
pembersih ini sangat tidak suka kalau
karpet di rumahnya kotor. Ia bisa
meledak dan marah berkepanjangan
hanya gara-gara melihat jejak sepatu
di atas karpet, dan suasana tidak
enak akan berlangsung seharian.
Padahal, dengan 4 anak laki-laki di
rumah, hal ini mudah sekali terjadi
dan menyiksanya. Atas saran
keluarganya, ia pergi menemui
seorang psikolog bernama Virginia
Satir, dan menceritakan masalahnya.
Setelah mendengarkan cerita sang
ibu dengan penuh perhatian, Virginia
Satir tersenyum & berkata kepada
sang ibu : "Ibu harap tutup mata ibu
dan bayangkan apa yang akan saya
katakan" Ibu itu kemudian menutup
matanya. "Bayangkan rumah ibu
yang rapih dan karpet ibu yang
bersih mengembang, tak ternoda,
tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu,
bagaimana perasaan ibu?" Sambil
tetap menutup mata, senyum ibu itu
merekah, mukanya yg murung
berubah cerah. Ia tampak senang
dengan bayangan yang dilihatnya.
Virginia Satir melanjutkan "Itu artinya
tidak ada seorangpun di rumah ibu.
Tak ada suami, tak ada anak-anak,
tak terdengar gurau canda dan tawa
ceria mereka. Rumah ibu sepi dan
kosong tanpa orang-orang yang ibu
kasihi". Seketika muka ibu itu
berubah keruh, senyumnya
langsung menghilang, napasnya
mengandung isak. Perasaannya
terguncang. Pikirannya langsung
cemas membayangkan apa yang
tengah terjadi pada suami dan anak-
anaknya. "Sekarang lihat kembali
karpet itu, ibu melihat jejak sepatu
dan kotoran disana, artinya suami
dan anak-anak ibu ada di rumah,
orang-orang yang ibu cintai ada
bersama ibu dan kehadiran mereka
menghangatkan hati ibu". Ibu itu
mulai tersenyum kembali, ia merasa
nyaman dengan visualisasi tersebut.
"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu
membuka matanya, "Bagaimana,
apakah karpet kotor masih menjadi
masalah buat ibu?" Ibu itu
tersenyum dan menggelengkan
kepalanya. "Aku tahu maksud anda"
ujar sang ibu, "Jika kita melihat
dengan sudut yang tepat, maka hal
yang tampak negatif dapat dilihat
secara positif". Sejak saat itu, sang
ibu tak pernah lagi mengeluh soal
karpetnya yang kotor, karena setiap
melihat jejak sepatu disana, ia tahu,
keluarga yg dikasihinya ada di
rumah.
Kisah di atas merupakan kisah nyata.
Virginia Satir adalah seorang psikolog
terkenal yang mengilhami Richard
Binder & John Adler untuk
menciptakan NLP (Neurolinguistic
Programming). Dan teknik yang
dipakainya di atas disebut Reframing,
yaitu bagaimana kita 'membingkai
ulang' sudut pandang kita sehingga
sesuatu yg tadinya negatif dapat
menjadi positif, salah satu caranya
dengan mengubah sudut
pandangnya.
Ditayangkan beberapa contoh
pengubahan sudut pandang yang
diceritakan beberapa orang (yang
pernah mengalami) yang hadir pada
show tersebut :
* SAYA BERSYUKUR:
- Untuk istri yang mengatakan
malam ini kita hanya makan mie
instan, karena itu artinya ia
bersamaku bukan dengan orang lain.
- Untuk suami yang hanya duduk
malas di sofa menonton TV, karena
itu artinya ia berada di rumah dan
bukan di bar, kafe, atau di tempat
mesum.
- Untuk anak-anak yang ribut
mengeluh tentang banyak hal,
karena itu artinya mereka di rumah
dan tidak jadi anak jalanan.
- Untuk Tagihan Pajak yang cukup
besar, karena itu artinya saya bekerja
dan digaji tinggi.
- Untuk sampah dan kotoran bekas
pesta yang harus saya bersihkan,
karena itu artinya keluarga kami
dikelilingi banyak teman.
- Untuk pakaian yang mulai
kesempitan, karena itu artinya saya
cukup makan.
- Untuk rasa lelah, capek, dan penat
di penghujung hari, karena itu
artinya saya masih mampu bekerja
keras.
- Untuk semua kritik yang saya
dengar tentang pemerintah, karena
itu artinya masih ada kebebasan
berpendapat.
- Untuk bunyi alarm keras jam 5
pagi yg membangunkan saya,
karena itu artinya saya masih bisa
terbangun, masih hidup. (sudut
pandang dari saya sendiri. hhehe!
^_^V)
- Untuk ibu yang sering memarahi
saya, karena itu artinya saya masih
punya ibu. (dari saya juga. hhoho!)
- dll.
Semoga informasi di atas dapat
kawan-kawan renungkan dengan
baik. Karena sesungguhnya
kecenderungan berpikir negatif
hanya akan menimbulkan berbagai
konflik dan musuh. Makanya selama
ini saya jarang menemukan musuh,
coz Oprah Winfrey mania gitu loh!
Thanks buat Oprah Winfrey yang
telah menghadirkan acara yang
selalu membangkitkan semangat
hidup saya serta memberikan
inspirasi yang tak habis-habisnya
diberikan kepada seluruh dunia.

" ROH YANG KUAT AKANMEMAMPUKAN KITAMENGATASI KELEMAHAN KITA"

Selama hati seorang Kristen terluka
dan Hancur, dia tidak akan dapat
bertahan dan mengatasi segala
pencobaan, sakit-penyakit, dan
tanatangan dari sekeliling Yang
datang dalam kehidupannya.
Jika ia dalam kondisi yang lemah, dia
tidak akan dapat melawan sakit-
penyakit dan psikis dia akan kacau.
Tetapi sebaliknya ketika rohnya kuat
dan sehat, dia akan dapat bertahan
dan menang atas pencobaan-
pencobaan yang dihapinya.
Ketika rohnya kuat dia akan dapat
bertahan dan mengalahkansegala
sakit-penyakit!
Dalam Amsal mengatakan : Roh
manusia dapat menanggung
penderitaan-nya tetapi siapa yang
akan memulihkan yang patah?
Didalam ayat ini ada satu kunci yang
penuh kuasa untuk menyembuhkan
dan PEMULIHAN SECARA TOTAL!
Roh, Jiwa, dan tubuh sangat
berhubungan erat.
Ketika hati seseorang terluka atau
hancur, dia menjadi lemah, hati dan
pikirannya dipenuhi dengan
ketidakpercayaan, kekuatiran, dan
tertekan.
Akhirnya, tubuhnya terpengaruh dan
sering mereka mulai mengalami
masalah kesehatan secara fisik.
Masalah kesehatan yang paling
banyak ditemukan hari-hari ini ada
hubungannya dengan
ketidakmampuan mengatasi tekanan,
masalah-masalah, dan tragedy-
tragedi yang mereka alami.
Juga benar bahwa kondisi fisik dari
tubuh kita seringkali mempengaruhi
pikiran dan hati kita.
Ketika seseorang sedang menderita
dan sakit banyak kali dia menjadi
tertekan, hatinya dipenuhi dengan
keraguan dan tidak percaya.
Kondisi fisiknya menyebabkan
rohnya menjadi lemah dan tidak
dapat menjangkau dengan iman
supaya ia menjadi sembuh.
Secara alami, roh manusia akan
mengatasi pencobaan dan
penderitaan yang ia alami.
Firman mengatakan. “Roh manusia
dapat menanggung penderitaannya.
“ Seseorang yang memiliki roh yang
kuat akan dapat bertahan dan
mengatasi banyak tragedy-tragedi
yang parah dan kemungkinan-
kemungkinan yang paling buruk.
Banyak pria dan wanita diketahui
telah dapat bertahan dan mengatasi
rasa kehilangan yang sangat
dalam ….kelumpuhan disekujur
tubuh mereka….rasa sakit yang tak
tertahan….kebangkrutan…dan dapat
mengalahkan setiap tantangan dan
halangan yang menghalangi mereka
mencapai tujuan hidup karena roh
dan kehendak mereka kuat.
Dilain pihak, beberapa telah
mengalami masalah yang tidakl
habis-habisnya dan sakit penyakit
yang tidak disembuhkan, tidak dapat
bertahan karena mereka mempunyai
ROH YANG HANCUR.
Beberap harus dirawat dirumah sakit
karena penyakit bagi orang lain dapat
disembuhkan. Tetapi bagi mereka itu
tidak dapat disembuhkan karena hati
mereka hancur dan mereka tidak
ingin hidup lagi.
Hati mereka telah remuk dan mereka
menyerah.
Jika hati seseorang telah remuk dan
tidak mempunyai semangat lagi
untuk hidup, hanya sedikit sekali
yang dokter bisa lakukan.
Tetapi Yesus telah datang untuk
menyembuhkan hati yang luka dan
menyembuhkan mererka yang
remuk dan hancur hatinya.
Dialah satu-satunya yang dapat
menyembuhkan hati yang hancur.
Dalam tubuh manusia, letih, lemah,
atau lesu tergantung dari rohnya.

Sabtu, 31 Juli 2010

satnite kelabu, TANPA RAINYMAN

sumpah gatatau udah berapa lama putus ama rainymanku. Aku masih sayang banget ama dia, tapi sikapnya itu yang bikin aku gak tahan ama dia, jujur, aku emang ga bisa dinomer 2kan, aku ga suka, dia seperti sibuk sendiri ama hidupnya. Aku ngerasa ga diperhatikan, aku ngerasa ga ada artinxa buat dia, tapi dia ga pernah sadar.
Sekarang, kata putus udah keucap, jujur aku sendiri juga nyesel dengan omongan itu, tapi apa boleh buat, aku lebih memilih sendiri, daripada punya pacar tapi ga ada bedanya ama sendiri. Sekarang aku merindukanmu, tapi yang aku temukan hanya seonggok masa lalu dan kenangan yang mulai pudar. Asal kau tau, aku masih menyimpan sayang itu, utuh, tak tersentuh oleh siapapun, dan hanya untuk kamu.


LAGU INI BUAT KAMU SAYANG, AKU KANGEN KAMU, DAN AKU MERINDUKAN KITA

'HITAMKU'
Masih adakah separuh hatiku
Yang ku berikan hanya untukmu
Ku harap engkau masih
menyimpannya
Jangan kau pernah
melupakannya

Maafkan kata yang tlah terucap
Akan ku hapus jika ku mampu
Andai ku dapat meyakinkanmu
Ku hapus hitamku
Masih adakah separuh janjiku
Yang ku bisikkan hanya padamu
Ku harap engkau masih
mengingatnya
Jangan kau pernah
melupakannya
ANDAI KU DAPAT MEMUTAR WAKTU
Semuanya takkan terjadi
MAAFKAN KATA YANG TELAH TERUCAP
AKAN KU HAPUS BILA KU MAMPU...
Andai ku dapat meyakinkanmu
Ku hapus hitamku untukmu
Simpan separuh hatiku
Ku hapus hitamku untukmu
Simpan separuh janjiku
Ku hapus hitamku untukmu
Simpan separuh hatiku
Simpan separuh janjiku
Simpan separuh hatiku
Simpan separuh janjiku

Senin, 19 April 2010

wanita yang di cintai suamiku... (cerpen yang lumayan nyentuh)

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama Meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,

" Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh... dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan....aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.

Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta , aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.

Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?"

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear Meisha,

Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.

Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.

Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.

Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

yours,

Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

**********

Setahun kemudian...

Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

" Mario, suamiku....

Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku. .. Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku.....

Ternyata aku keliru.... aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.

Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?"

Aku tidak perduli, dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.

Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,

Rima"

Di surat yang lain,

".........Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha...... "

Disurat yang kesekian,

".......Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.

Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan , aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalu menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, di rumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah.. .....

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya.. ......"

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya... dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.

Disurat terakhir, pagi ini...

"........... ...Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.

Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.

Tahukah engkau suamiku,

Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?........."

Jelita menatap Meisha, dan bercerita,

" Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi...... aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante..... aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak.... .." Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

Dear Meisha,

Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar.... Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku....

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

Jakarta, 7 Januari 2009 (dedicated to my friend....may you rest in peace...)
Best Regards,
TiNi

mum.. miss ya

saya bahkan tidak mengerti harus mulai ndari mana
saya kangen
saya kangen sumua suasan yang menyenangkan itu
saya kangen mama
dan belaian lembutnya
rasanya ingin menangis
saat mama jauh dari pandangan
rasanya terluka
saat mama tak ada di sisi
mum... dont you miss me...... ?
i miss u
i hope............ we'll meet soon
i just want to see your smile
your face and everything about you
saya saya saya
kangen mama
:(